Resensi Novel 172 Days karya Nadzira Shafa
Buku novel yang di ringkas kali ini adalah buku karya istri Ameer Azzikra, yaitu Nadzira Shafa. yang berjudul "172 Days". Buku ini telah dilaunchingkan Nadzira Shafa pada bulan Maret 2023, berjumlah 241 halaman. Novel ini berkisah tentang kehidupan penulis bersama sang suami, mendiang Ameer Azzikra. Agar kenangan bersama Ameer Azzikra tersimpan abadi, Nadzira Shafa pun memuatnya dalam novel. Tentunya novel tersebut berisi kisah perjalanan cinta mereka mulai dari latar belakangnya, proses taaruf, menikah hingga akhirnya Ameer dipanggil sang Pencipta.
Secinta apapun kita terhadap pasangan, maut adalah hal mutlak yang pasti memisahkan. Ketika waktunya sudah tiba siapapun tidak akan bisa menghindarinya. Hal inilah yang dialami oleh Nadzira Shafa yang merupakan istri dari almarhum Ameer Azzikra, putra dari mendiang Ustadz Arifin Ilham. Diusia pernikahan yang terbilang masih baru yaitu 172 hari atau 6 bulan, Ameer berpulang dan meninggalkan sang istri. Tentu hal ini membuat Nadzhira sangat terpukul dan sangat kehilangan karena baru sebentar mereka menjalani rumah tangga yang penuh kebahagiaan.
Diceritakan dalam novel ini bahwa Nadzira sempat mengalami kehilangan dan keterpurukan ketika sang ayah meninggal dunia. Ditengah kehidupannya yang terasa hancur, dia memutuskan untuk hijrah, menggunakan kerudung dan mengikuti kajian-kajian yang kemudian mempertemukannya dengan Ameer, tepatnya disebuah kajian yang pembawa acaranya itu adalah Ameer. Tidak berselang lama mereka melewati proses taaruf kemudian Ameer dan Nadzira pun menikah.
Kebahagiaan awal pernikahan mereka lewati penuh kebahagiaan layaknya semua pasangan pengantin baru. Menghabiskan waktu bersama, belajar bersama, beribadah bersama, semuanya terasa sempurna. Namun, takdir Allah berkata lain karena Ameer tiba-tiba jatuh sakit dan tidak lama setelahnya meninggal dunia. Nadzira merasa sangat hancur ketika cintanya di ambil oleh sang Pemilik Cinta. Dia merasa tidak bisa menjalani hari-harinya tanpa sang suami, karena dia merasa semua kehidupan dan cintanya telah ia berikan kepada sang suami. Kemudian dia memutuskan untuk menumpahkan rasa kehilangan, kesedihan dan kerinduannya pada sang mendiang suami dengan menuliskan novel yang berjudul "172 Days" ini. Dia menulis novel ini selama masa berkabung, novel ini dirilis pada 100 hari kepergian Ameer.
Rasa sedih yang dirasakan Nadzira semua tertuang dalam novel ini hingga pembaca ikut merasakan apa yang dia rasakan.
Sinopsis Novel 172 Days
Bisakah aku melanjutkan hidup ini? Dia adalah rumahku dan duniaku.
"Aku harus bagaimana sekarang melanjutkan hdiupku?" Lirihku dalam hati.
Dengan sekejap hidupku berubah. Kebahagiaanku terrenggut dalam hitungan menit.
Pikiranku kalut dan tak bisa berpikir dengan jernih.
Ingin rasanya untuk ikut pergi bersamanya. Dalam hati berteriak, "Bawa aku ya bang, aku sudah tidak punya tujuan lagi setelah ini. Aku harus bagaimana? Jemput aku, bang!
"Abang, Ade rindu", lirihku sambil menahan hati yang sesak. Hatiku hancur berkeping-keping. 172 hari yang sangat berarti, istimewa dihati dan tak akan terganti.
Novel ini akan diangkat menjadi film dan akan ditayangkan diseluruh Indonesia pada tanggal 23 November 2023.

Komentar
Posting Komentar